<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Keluarga Mathali'ul Falah</title>
	<atom:link href="http://kmfpim.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kmfpim.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Mar 2007 22:35:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kmfpim.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Keluarga Mathali'ul Falah</title>
		<link>http://kmfpim.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kmfpim.wordpress.com/osd.xml" title="Keluarga Mathali&#039;ul Falah" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kmfpim.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>lalu masa-masa lalu</title>
		<link>http://kmfpim.wordpress.com/2007/03/23/lalu-masa-masa-lalu/</link>
		<comments>http://kmfpim.wordpress.com/2007/03/23/lalu-masa-masa-lalu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2007 22:35:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>KMF Mesir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kmfpim.wordpress.com/2007/03/23/lalu-masa-masa-lalu/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Awik KMF Jakarta lalu masa menghentakkan kedua kakinya bergetar lalu mengosongkan setapak bergemuruh lalu mengenyahkan seikat masa..lalu perlahan terpejam lalu membawa ragu lalui masa itu sedikit dan sedikit lalu terpecah masa lalu di lalui bermasa-masa lalu masa pun dilalui tak ada masa lalu dan lalu melewati imaji tak ada masa, lalu masa lalu berlalu<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kmfpim.wordpress.com&amp;blog=880998&amp;post=19&amp;subd=kmfpim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Oleh Awik<br />
KMF Jakarta</em> </p>
<p>lalu masa menghentakkan kedua kakinya<br />
bergetar lalu mengosongkan setapak<br />
bergemuruh lalu mengenyahkan seikat<br />
masa..lalu perlahan terpejam<br />
lalu membawa ragu lalui masa itu<br />
sedikit dan sedikit lalu terpecah</p>
<p>masa lalu di lalui bermasa-masa<br />
lalu masa pun dilalui tak ada masa<br />
lalu dan lalu melewati imaji<br />
tak ada masa, lalu masa lalu berlalu</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kmfpim.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kmfpim.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kmfpim.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kmfpim.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kmfpim.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kmfpim.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kmfpim.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kmfpim.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kmfpim.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kmfpim.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kmfpim.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kmfpim.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kmfpim.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kmfpim.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kmfpim.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kmfpim.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kmfpim.wordpress.com&amp;blog=880998&amp;post=19&amp;subd=kmfpim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kmfpim.wordpress.com/2007/03/23/lalu-masa-masa-lalu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f9dbaa9fbebd3291d9bee0d17e397b60?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">KMF Mesir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tafsir Problematik</title>
		<link>http://kmfpim.wordpress.com/2007/03/16/tafsir-problematik/</link>
		<comments>http://kmfpim.wordpress.com/2007/03/16/tafsir-problematik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Mar 2007 15:03:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>KMF Mesir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kmfpim.wordpress.com/2007/03/16/tafsir-problematik/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Nur Ihsan Saleh (KMF Mesir) Pergolakan pemikiran terus melaju, hingga fokus yang dituju mempunyai titik dan cita yang berbeda. Sebenarnya, dari semua pemikiran mempunyai satu muara untuk sampai pada kemaslahatan umat, keluar dari kelas sosial yang terendahkan, keterpurukan dalam ruang kenestapaan dan mempunyai harapan menjadi komunitas yang mempunyai aura di segala ranah yang ada. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kmfpim.wordpress.com&amp;blog=880998&amp;post=8&amp;subd=kmfpim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Nur Ihsan Saleh</p>
<p><em>(KMF Mesir)</em></p>
<p>Pergolakan pemikiran terus melaju, hingga fokus yang dituju mempunyai titik dan cita yang berbeda. Sebenarnya, dari semua pemikiran mempunyai satu muara untuk sampai pada kemaslahatan umat, keluar dari kelas sosial yang terendahkan, keterpurukan dalam ruang kenestapaan dan mempunyai harapan menjadi komunitas yang mempunyai aura di segala ranah yang ada.</p>
<p>Problematika tafsir tidak kunjung surut dalam dunia pemikiran, hingga tidak heran muncul interpretsi teks yang membawa bendera atas nama tafsir al-ma&#8217;tsûr, bira&#8217;y, linguistik dan seterusnya. Interpretasi muncul berkembang mulai dari munculnya kitab suci diturunkan hingga di zaman abad modern ini. Walaupun karakter interpretasinya berbeda-beda. Tapi semua itu mempunyai tujuan satu yaitu menjawab tantangan zaman yang berkembang.<br />
<span id="more-8"></span><br />
Ilmu ini mengalami pasang surut Perkembangan pada dekade-dekade yang ia lewati. setelah teks suci ini berwujud dalam mushaf-mushaf, muncul pakar-pakar sebagai genarasi penerus pemegang estafet dalam dunia interpretasi. Seperti pada masa Ibn Abbas sampai Imam Al-Qurthubi. Dari Imam Al-Zamahsari sampai Muhammad Abduh kemudian disusul muridnya Rashid Ridha. Selanjutnya disambung Syaikh Thantawi Al-Jauhari dan Al-Syaikh Sayyid Qutb. Kemudian disusul Amin Al-Khuli hingga sampai pada Bint Syati&#8217; dan Muhammad Ahmad Khalafullah dan berujung pada Al-Tsa&#8217;alabi, Muhammad Arkaun serta Nasr Hamid Abu Zaid. Semua pakar-pakar yang ada mempuyai metodologi, titik tolak dan kriteria yang berbeda, sehingga kongklusi yang ada pun terkesan kontras, padahal dilihat dari sisi philosofinya semua itu berujung ingin menggapai dan menciptakan kehidupan yang tertata dan menyiapkan nilai-nilai keagamaan sebagai solusi alternatif atas problematika yang ada.</p>
<p>Penafsiran teks mempunyai potensi kuat untuk merubah world view yang ada, karena esensi yang ada dalam teks mengandung pengertian dan epistemologi yang kompleks. Artinya dari semua ranah, sisi, bentuk dan sudut pandang dikupas didalamnya, mulai dari sosial, politik, budaya, ekonomi, epistemologi, humaniora, linguistik, jihad, dan sebagainya. Dari rancang bangun inilah kemanapun interpretasi teks diorientasikan, akan mampu menuai maksud yang dicita-citakan.</p>
<p>Maka dari itu, yang perlu diperhatikan adalah adanya sebuah interpretasi teks yang integral, yang bisa melepaskan diri dari jeratan rigiditas ataupun kejumudan. Selain itu tafsiran atas teks suci harus bisa tampil elasitis atas kondisi sosio kultural yang ada dengan lebih menitik beratkan kemaslahatan umat. Karena melihat kehidupan umat yang mengalami perubahan zig zag, sehingga tidak bisa dihindari sebuah perkembangan metodologi dari zaman satu ke zaman lainnya. Jika &#8220;ilmu tafsir&#8221; berdiri sebagai robot yang hanya mempunyai tindakan-tindakan inferior, bagaimana mungkin ilmu ini mampu memikul tugas yang telah diembankan kepadanya? Padahal perputaran lingkup kebutuhan semakin tajam, menantang dan penuh problem. Maka, dibutuhkan sebuah penafsiran teks yang peka atas ranah sosial kehidupan (tidak hanya berkutat pada keagamaan ataupun nilai-nilai akhirat an sich) atau tidak hanya menggaungkan adagium &#8220;ihya &#8216;ulûm al-dîn&#8221; tapi juga tidak meninggalkan &#8220;ihya &#8216;ulûm al-dunya&#8221; (seperti yang telah digulirkan Hassan Hanafi dalam bukunya &#8220;min al-&#8217;Aqîdah ilâ al-Tsaurah&#8221;).</p>
<p>Islam diturunkan sebagai entitas yang rahmatan lil&#8217;alamîn, sehingga tuntutan-tuntutan untuk menjadi induk solusi berpotensi besar. Islam sebagai agama yang mempunyai kitab suci yang sudah terbukti nilai keotentikannya, selayaknya harus mempertahankan predikatnya. Sehingga dengan pertahanan ini ia mampu menafikan anggapan bahwa al-Qur&#8217;am al-Karim hanyalah lembaran-lembaran kusam yang tiada guna, sebuah lembaran yang tidak bisa dijadikan titik tolak atas solusi atas permasalahan yang ada. dari sini, pas seperti yang telah diungkapkan Muhammas Azb ( &#8220;Malâmih Al-Tanwîr fî Manaâhij Al-Tafsîr&#8221; ) diharapkan muncul usaha-usaha untuk mengislamisasikan semua kehidupan yang ada seperti, ilmu kedokteran islam, universitas Islam, kebudayaan Islam dan seterusnya. Sehingga Islam sebagai agama yang kaffah bisa direalisasikan dalam kehidupan riil.</p>
<p>Dari landskap ini, Tafsir atas teks suci (interpretasi Al-Qur&#8217;an al-majid) mempunyai tanggung jawab besar, karena elemen ini termasuk salah satu piranti yang mempunyai pengaruh dalam peradaban dan kebudayaan negara ataupun agama, sekaligus dijadikan solutor atas permasalahan yang muncul. Jadi tidak heran jika interpretasi mempunyai obyek bahasan, pandangan dan metode yang integral. kalau memang orang Arab muslim menjadikan Islam sebagai Agama, maka orang Arab non Muslim menjadikan Islam sebagai sumber peradaban dan kebudayaan dengan menjadikan Al-Qur&#8217;an sebagai asas awalnya (selaras dengan ungkapan Moh. Abid Al-Jabiri dalam bukunya &#8220;Al-Dîn wa Al-Dawlah wa Tathbîq al-Syarî&#8217;ah&#8221; ).</p>
<p>Yang perlu diperhatikan adalah, adanya bentuk interpretasi atas teks tidak hanya berkutat pada nilai-nilai mistisasi saja seperti penafsiran perihal jin, setan, kehidupan surga, neraka dan seterusnya. yang semua itu berbau hal-hal mistis yang tidak bisa dirasakan secara langsung. Akan tetapi yang lebih perlu dibidik adalah adanya gesekan dengan hal-hal yang bersentuhan dengan dunia sosial seperti difokuskan pada bagaimana menjalankan sistim sosial dengan harapan bisa tercipta sebuah komunitas yang progresif, sehingga menemukan kehidupan yang modern dengan jiwa islami.</p>
<p>Perlu direnungkan, bahwa teks-teks suci yang berupa wahyu yang diberikan Allah swt sudah terumus dalam satu linguistik. Yang nota bene segenap makna dan arti bahasa yang terkandung tidak bisa dipahami seratus persen. Oleh sebab itu, walaupun masih dalam penganut agama yang sama sering terjadi perbedaan dalam pahamnya tentang isi dan arti wahyunya. Dengan kata lain kita tidak bisa memastikan bahwa kita tidak pernah seratus persen merasa pasti bahwa pengertian kita tentang maksud Allah yang terungkap dalam teks wahyu memang tepat, memang itulah maksud Allah. Karena itu, penulis mempunyai harapan adanya penciptaan dunia pemikiran yang menafikan pemarginalan atas pemahaman atas interpretasi teks, karena kita tahu bahwa nilai kebenaran yang hakiki adalah milik Allah Swt semata. Adapun kita sebagai mahluk-Nya hanya sebuah entitas yang berusaha untuk mencari kebenaran atas-Nya. Kemudian, masih relevankah terma tafsir problematik?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kmfpim.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kmfpim.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kmfpim.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kmfpim.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kmfpim.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kmfpim.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kmfpim.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kmfpim.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kmfpim.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kmfpim.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kmfpim.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kmfpim.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kmfpim.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kmfpim.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kmfpim.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kmfpim.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kmfpim.wordpress.com&amp;blog=880998&amp;post=8&amp;subd=kmfpim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kmfpim.wordpress.com/2007/03/16/tafsir-problematik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f9dbaa9fbebd3291d9bee0d17e397b60?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">KMF Mesir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengkaji ulang Liberalisme Islam</title>
		<link>http://kmfpim.wordpress.com/2007/03/16/mengkaji-ulang-liberalisme-islam/</link>
		<comments>http://kmfpim.wordpress.com/2007/03/16/mengkaji-ulang-liberalisme-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Mar 2007 14:43:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>KMF Mesir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kmfpim.wordpress.com/2007/03/16/mengkaji-ulang-liberalisme-islam/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Nur Ihsan Saleh Kmf Mesir Keterpurukan umat Islam di berbagai sudut kehidupan, menjadikan para pemikir kontemporer berpikir keras untuk mencari dan mengkaji solusi yang diaplikasikan. Dari alasan ini, tidak heran jika muncul seperti Saleh Siriyah dalam bukunya Risâlah al-Imân, Thariq al-Zumar dalam Falsafah al-Muwâjahah dan Iman Al-Dhawahir dalam Al-Umdah fî I’dâd al-‘Iddah sebagai figur-figur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kmfpim.wordpress.com&amp;blog=880998&amp;post=7&amp;subd=kmfpim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Nur Ihsan Saleh</p>
<p><em>Kmf Mesir</em></p>
<p>Keterpurukan umat Islam di berbagai sudut kehidupan, menjadikan para pemikir kontemporer berpikir keras untuk mencari dan mengkaji solusi yang diaplikasikan. Dari alasan ini, tidak heran jika muncul seperti Saleh Siriyah dalam bukunya Risâlah al-Imân, Thariq al-Zumar dalam Falsafah al-Muwâjahah dan Iman Al-Dhawahir dalam Al-Umdah fî I’dâd al-‘Iddah sebagai figur-figur liberal yang identik dengan radikalisme.</p>
<p>Bila di telusuri lebih seksama, tokoh-tokoh radikal ini memfokuskan pada metodologi yang berkelindan dengan dunia politik. Mereka berpandangan bahwa misi, tujuan dan metodologi dalam dunia Islam politik merupakan unsur yang paling berpengaruh dalam dunia kemajuan, ini berbeda dengan gerakan yang yang di gaungkan oleh Islam klasik Ikhwan al-Muslimin yang paradok dengan misi tokoh radikal, mereka (baca: radicalism) ingin menyentuh lebih dalam dan mengkorelasikan antara rakyat madani dan pedesaan serta memfokuskan pada asas kerja sama di berbagai lapisan masyarakat dan elite politik.<br />
<span id="more-7"></span><br />
Yang perlu di jadikan tolak ukur adalah, Setidaknya misi liberalisasi dalam Islam yang di dengungkan, mampu mewakili aliran intelektual lain seperti, kelompok Islam radikal (Thariq al-Zumar), Islam interpretative (Nasr Hamid Abu Zaid), dan al-yasâr al-islâmi yang di wakili oleh Ahmad Khalafullah, Fathi Usman, Saiful Islam Mahmud, Hassan Hanafi. Aliran (yang di sebut terakhir) ini hanya menyentuh rancang bangun aliran pemikiran kebudayaan saja. (Hassan Hanafi, Mâdha Ya’niy al-Yasâr al-Islâmiy). Yang notabene jauh dari nilai-nilai keagamaan.</p>
<p>Dalam terma liberalisasi ini tidak bisa di lepaskan dari problematika teks (naql) dan akal, karena keduanya adalah piranti terurgen dan kuat korselasinya dalam fenomena leberalisasi dalam tubuh Islam secara umum, apalagi ketika bersentuhan dengan interpretasi teks yang notabene akal menjadi sang hakim. Dari sini muncul tokoh Nasr Hamid Abu Zaid sebagai tokoh Islam interpretative yang menegaskan bahwa interpretasi teks adalah solusi yang mampu membuka dan menjawab problematika yang ada.</p>
<p>Ini identik dengan jargon yang di bawa oleh Ibn Rusyd bahwa liberalisasi takwil merupakan sebuah kebutuhan, karena Khitâb al-syar’i di peruntukan pada manusia di alam ini tanpa terkecuali. Ibn Rusyd juga mengidealiskan balancing antara akal dengan naql, karena tidak jarang di temukan pada dunia pemerintahan atau sekte sekalipun menjauhi nilai-nilai keagamaan dan hanya mengedepankan rasionalitas. maka dari itu, di harapkannya mampu menetralisir komunitas yang fanatiknya terlalu dalam pada aliran atau ideologi tertentu.</p>
<p>Fenomena yang ada, banyak kelompok yang memberi ruang luas pada bangunan irrasional dan memberi ruang sempit, bahkan menafikan dunia yang berbau rasional. Inilah sebenarnya nilai-nilai dasar yang menjadikan mandulnya pencerahan kebudayaan, keagamaan, dan keintelektualan. Jadi sudah selayaknya adanya rekonstruksi ideologi dan tujuan dari segala ranah sisi kehidupan. sehingga elemen-elemen daya kreativitas mampu meningkat dan mencapai hakikat akal yang hakiki.</p>
<p>Yang menjadi problematika adalah, meskipun para liberator klasik mempunyai semangat tinggi dan optimis untuk meliberasi pemikiran Islam, akan tetapi menurut mahmud Ismail metodologi yang mereka gunakan cenderung mandul dan tidak mampu menyentuh tataran kehidupan praksis. Pertimbangan inilah yang mendorong untuk mengkaji kembali metodologi liberalisasi. Walaupun harus di sadari juga, tidak menutup kemungkinan seperti pemikir kontemporer sekarang ini mengambil dan menjadikan komparasi dengan pemikiran masa klasik. Sebagai bukti dari femomena ini adalah figur Ahmad Amin yang mampu mengambil kongklusi dalam bumi kebudayaan Islam.</p>
<p>Yang perlu di telisik lebih dalam adalah, para liberator sering lupa menggunakan atau memilah metodologi, analisa, dan tujuan yang akan di capai. Karena metodologi dan analisa pada obyek yang di kaji pada batas yang relatif besar akan melahirkan gugusan-gugusan pemahaman analisa yang modern dalam bumi epistema. Maka dari itu selayaknya kita mampu menggunakan metodologi analisa yang jitu, tanpa itu, kita hanya melakukan pembaharuan budaya, intelektual, keagamaan, politik, yang semu. Atau dengan kata lain kita hanya berlari pada bangunan kosong.</p>
<p>Kajian yang tidak kalah urgen adalah, kebutuhan finansial untuk mendukung proyek liberalisasi. Ini senada dengan statemen Mahmud Ismail dalam bukunya Sosiologi al-fikri al-Islâmi thauru al-takwîn bahwa dengan materi yang berlimpah, dan metodologi yang jitu para borjuis mampu menghengkangkan pemerintahan Umayah dan mampu mendirikan dan menciptakan aturan-aturan baru dalam pemerintahan Abbasiyah. Akhirnya mampu menciptakan umat Islam yang melangkah lebih maju dalam kehidupan intelektual dalam gerakan keilmiahan dan perkembangan pemikiran, akhirnya mampu mempengaruhi bangunan politik di dunia Islam. Maka dari itu wajar kalau Ahmad Amin dalam bukunya Dhuha al-Islâm mengatakan bahwa, pentingnya mempelajari basik sosiologi untuk memahami ilmu pemikiran dan mensignifikasikan pada rancang bangun metodologi yang jitu untuk di fokuskan kepada kebangkitan intelektual dan disentuhkan pada titik zenith bangunan social.</p>
<p>Selain itu, untuk menjadikan liberalisme yang lebih progessif, kita berikan kebebasan memilih pada unsur-unsur kebudayaan asing (notabene berkarakter modern) beserta simbol-simbolnya, Kemudian kita berikan wadah-wadah perkembangan dan dikorelasikan dengan kebudayaan masa klasik, sehingga memungkinkan untuk diterima dan dapat berkembang pada khalayak.</p>
<p>Titik-titik inilah yang sebenarnya perlu menjadi focus perhatian pemikir kontemporer, seperti Mohammad Said Ashymawi dalam kajiannya pemerintahan Islam, aplikasi syari’at Islam, dan Adil Husain, Mohammad Imarah dalam riset mereka yang bertitik tolak dan cenderung melampaui batas.</p>
<p>Dari background inilah, perlunya liberalisasi di kaji ulang dan di dengungkan gaungnya serta di jadikan eksperimen, sehingga mampu menyentuh titik kulminasi dasar-dasar al-dunyâwiyah (dunia) dan al-dîniyah (agama). Inilah sebenarnya, cita-cita pemikir dari masa klasik hingga masa modern, sebuah liberalisasi yang mampu menciptakan “cengkrama” antara dunia dan akhirat.</p>
<p>Sekarang, bagaimana kita mampu menciptakan persuasi dan membawa nilai-nilai liberal masuk pada tataran sosial masyarakat bawah (yang notabene konservatif), sehingga mereka bisa memahami dan menerima liberalisasi dalam Islam? Dan kita mampu menafikan stigma, bahwa liberalisasi dalam Islam telah usai.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kmfpim.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kmfpim.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kmfpim.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kmfpim.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kmfpim.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kmfpim.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kmfpim.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kmfpim.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kmfpim.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kmfpim.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kmfpim.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kmfpim.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kmfpim.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kmfpim.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kmfpim.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kmfpim.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kmfpim.wordpress.com&amp;blog=880998&amp;post=7&amp;subd=kmfpim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kmfpim.wordpress.com/2007/03/16/mengkaji-ulang-liberalisme-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f9dbaa9fbebd3291d9bee0d17e397b60?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">KMF Mesir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta Dan Sastra</title>
		<link>http://kmfpim.wordpress.com/2007/03/16/cinta-dan-sastra/</link>
		<comments>http://kmfpim.wordpress.com/2007/03/16/cinta-dan-sastra/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Mar 2007 14:37:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>KMF Mesir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kmfpim.wordpress.com/2007/03/16/cinta-dan-sastra/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh M. Jirjiz Kmf Mesir Sebuah kata dengan arti yang amat dalam dan penuh misteri, bagi sebagian orang yang memujanya. Keberadaannya memberikan warna dalam sejarah peradaban dunia, yang bermula dari zaman Nabiyullah Adam AS dan Sayyidah Hawwa, hingga timbulnya legenda Kais dan Layla dalam legenda alfu laylah wa laylah -yang menghiasi jazirah arab-, Romeo dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kmfpim.wordpress.com&amp;blog=880998&amp;post=6&amp;subd=kmfpim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh M. Jirjiz</p>
<p><em>Kmf Mesir</em><br />
Sebuah kata dengan arti yang amat dalam dan penuh misteri, bagi sebagian orang yang memujanya. Keberadaannya memberikan warna dalam sejarah peradaban dunia, yang bermula dari zaman Nabiyullah Adam AS dan Sayyidah Hawwa, hingga timbulnya legenda Kais dan Layla dalam legenda alfu laylah wa laylah -yang menghiasi jazirah arab-, Romeo dan Yuliet -yang menjadi patron dalam legenda cinta eropa dengan prasasti yang tertuang dalam party of valentine day- bahkan Rangga dan Cinta -yang telah merefleksikan kisahnya di belahan bumi nusantara- dalam garapan sensasionalnya film nan monumental.<br />
<span id="more-6"></span><br />
Misteri yang terkandung didalamnya melelehkan naluri berfikirnya makhluk Tuhan yang paling mulia, mengalahkan logikanya ahli filsafat, bahkan kesempurnaan ahli kalam saat mendefinisikannya, hingga kearifan sang raja dalam bertitah yang menyiramkan kesejukan dalam setting sosial,  demi terciptanya baldatun thayyibatun warabbun ghafûr.</p>
<p>Sebagian mereka beranggapan, bahwa cinta hanyalah sebuah simbol dalam perjalanan dunia, yang lain mengurainya dengan kata &#8220;dimana ada cinta di situ ada kehidupan&#8221; yang seakan eksistensinya merupakan sumber ekosistem alam, hingga terciptanya mawaddah wa rahmah nan menghiasi keluarga -dalam aspek spesifik- dan civil society -secara universal- dalam persepektif makro dengan nilai-nilai kosmopolity.</p>
<p>Dalam perkembangannya, nilai-nilai cinta telah terkontaminasi kemajuan sang zaman, egoisme antar individu dan golongan, bahkan terkadang terjadinya mis information and understanding dalam sanubari pelakunya yang selalu dibuai oleh kreasi-kreasinya nan inovatif, bahkan progresif.</p>
<p>Nilai cinta dalam sejarah selalu terukir  sejalan dengan peradaban sastra dan kepiawaian sang pujangga dalam menguntai setiap katanya. Menjadi tabu untuk disimak dalam sebuah wacana, oleh refleksi nilai-nilai birahi yang tersirat dari romantika, yang menjadikan orang salah mendefinisikan -tentunya hal tersebut merupakan klaim sepihak menurut dogma sekterianisme yang mereka yakini-</p>
<p>Luka teramat dalam -dari kekonyolan sebuah refleksi- bagi dunia sastra -yang telah menemani perjalanan cinta menyusuri lebatnya belantara, menapaki terjalnya jurang diantara lembah dan perbukitan, bahkan mengarungi luasnya samudra nan membelah bengisnya badai dan gelombang- yang harus ia pikul, sebagai konsekwensi moral atas kesetiaannya. Sehingga sastra -bagi sebagian mereka- menjadi sesuatu yang tabu untuk diwacanakan kembali dalam perdaban, karena terbukti menodai khittah manusia yang telah tercipta lebih mulia dibanding makhluk lainnya, sekalian mandataris Tuhan yang berhak memegang tongkat kholifah di muka bumi.</p>
<p>Secara universal, terapungnya klaim tersebut membuahkan virus yang mematikan -assasination character- dalam dinamika khazanah keilmuan. Dinamika ilmu pengetahuan mengalami stagnant condition, karena adanya mis understanding yang menyelimuti kondisi sosial -tersirat dalam keluguan karakter- oleh mendidihnya ambisi dalam sebuah idealisme, yang belum tentu kebenarannya. Terkhusus lagi pada perkembangan kesusastraan, yang harus menanggung dampak dari kesalahan pemahaman dan kedangkalan.</p>
<p>Sangat ironi apabila sastra -sebagai salah satu khazanah keilmuan- harus menanggung derita dari kebiadaban sebagian kelompok yang mengedapankan nafsu dan birahi dengan menyatukan nilai-nilai keagungan sastra. Mestinya sikap apresiatif yang harus tertuang, karena nilai keagungannya -yang terprasasti dalam maha karya agung yaitu Al Qur&#8217;an Al Kariim- juga menjadi kontributor utama dalam sîrah an nabawiyyah. Keagungannya terbukti mampu melemahkan kesombongan setting sosial yang menjadi kebanggaan pada saat itu, bahkan sekelompok orang yang berani mendustakannya terkadang terbuai kerinduan untaian sastra yang tertuang didalamnya.</p>
<p>Satu yang penting diaktualisasikan -untuk menyikapi adanya mis information and understanding dalam komunitas- adalah meletakkan setiap disiplin keilmuan pada proporsinya masing-masing dan meluruskan pemahaman yang terlanjur membalut, hingga masing-masing dapat berjalan seirama dengan keberagaman nilai yang terkandung didalamnya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kmfpim.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kmfpim.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kmfpim.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kmfpim.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kmfpim.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kmfpim.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kmfpim.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kmfpim.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kmfpim.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kmfpim.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kmfpim.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kmfpim.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kmfpim.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kmfpim.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kmfpim.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kmfpim.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kmfpim.wordpress.com&amp;blog=880998&amp;post=6&amp;subd=kmfpim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kmfpim.wordpress.com/2007/03/16/cinta-dan-sastra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f9dbaa9fbebd3291d9bee0d17e397b60?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">KMF Mesir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menghadapi Ujian Term II, NU Games II Ditunda</title>
		<link>http://kmfpim.wordpress.com/2007/03/16/mengahdapi-ujian-term-ii-nu-games-ii-ditunda/</link>
		<comments>http://kmfpim.wordpress.com/2007/03/16/mengahdapi-ujian-term-ii-nu-games-ii-ditunda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Mar 2007 04:26:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>KMF Mesir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kmfpim.wordpress.com/2007/03/16/mengahdapi-ujian-term-ii-nu-games-ii-ditunda/</guid>
		<description><![CDATA[Rabu, 14 Maret 07 &#8211; oleh : numesirKairo, NUMesir.org Kegiatan NU Games yang baru dirintis setahun yang lalu kini terpaksa harus ditunda karena berbagai hal. Menurut Noor Fahruddin, selaku Koordinator LK NU yang menaungi kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa &#8220;Kita menunda NU Games karena dirasa sudah tidak kondusif untuk dilaksanakan sekarang, alasannya karena pada bulan-bulan ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kmfpim.wordpress.com&amp;blog=880998&amp;post=3&amp;subd=kmfpim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="judul"></span><br />
<span class="kalender">Rabu, 14 Maret 07 &#8211; oleh : </span><span class="keterangan"><a href="http://numesir.org/?pilih=pesan&amp;id=75">numesir</a></span><em>Kairo, NUMesir.org</em></p>
<p>Kegiatan NU Games yang baru dirintis setahun yang lalu kini terpaksa harus ditunda karena berbagai hal. Menurut Noor Fahruddin, selaku Koordinator LK NU yang menaungi kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa &#8220;Kita menunda NU Games karena dirasa sudah tidak kondusif untuk dilaksanakan sekarang, alasannya karena pada bulan-bulan ini sudah banyak sekali acara olah raga yang dilaksanakan oleh Masisir, selain itu juga ujian term II sudah semakin dekat&#8221;. Jelas Babe, panggilan akrabnya dalam rapat Tanfidziyah Selasa (13/03) kemaren di Sekretariat PCI NU Mesir.</p>
<p><span id="more-3"></span>Masih menurut Babe, &#8220;Sekarang kita sedang konsentrasi menyusun agenda bimbingan muqorror (bimbingan belajar-red) bagi temen-teman baru, yang mana pelaksanaannya akan bekerja sama dengan pengurus marhalah Subulana&#8221;. Jelasnya. Rapat Tanfidziyah yang dihadiri oleh masing-masing koordinator dari lembaga, lajnah dan badan otonom PCI NU Mesir mengagendakan program kerja kedepan oleh masing-masing lembaga, lajnah maupun badan otonom PCI NU Mesir.</p>
<p>Selain itu juga, LK NU akan bekerja sama dengan JATMNU dalam melaksanakan City Tour sebab JATMNU sendiri punya program Holy Tour atau Ziarah Makam Anbiya&#8217; dan Auliya&#8217; yang rencananya akan dilaksanakan nanti pada bulan April depan.</p>
<p><strong>Masisir Bedzikir</strong></p>
<p>JATMNU yang sukses melaksanakan rutinan setiap Jum&#8217;at sore yang terbungkus dalam Café Sufi juga ingin melaksanakan acara khusus sehari penuh bersama JATMNU. Dalam sambutan ketua JATMNU, Habibi Aly, menjelaskan bahwa &#8220;Insya Allah kita akan melaksanakan istighosah kubro dengan tema Masisir Berdzikir yang mana acara tersebut hanya diisi untuk beristighosah. Adapun rencananya akan dilaksanakan di Auditorium Kuliah Kedokteran nanti menjelang ujian term II&#8221;. Jelasnya.</p>
<p>Pada kesempatan lain, acara Masisir Berdzikir pernah direncakan oleh JATMNU menjelang ujian term I kemaren, namun karena satu lain hal sehingga acara tersebut belum bisa terlaksana. Habibi sendiri tidak menjelaskan kenapa acara tersebut belum terlaksana tapi yang jelas dia optimis sebelum term II akan terlaksana dan sukses.</p>
<p><strong>Rumah NU</strong></p>
<p>Dalama rapat Tanfidziyah ini juga menyinggung tentang keinginan PCI NU Mesir memiliki rumah sendiri, karena manfaatnya yang begitu besar sekali sehingga penting untuk segera dibentuk tim yang mampu benar-benar mengurus dengan serius pengadaan rumah NU di bumi Kinanah ini.</p>
<p>Dalam paparan Arif Ramadlan, dia menginginkan kepada segenap jajaran pengurus untuk turut membantu mensukseskan program tersebut. Sedang menurut Yusuf Ali Tantawi, Lc mengatakan bahwa &#8220;Panitia atau tim pengadaan rumah tidak perlu banyak orang, cukup mereka yang benar-benar bisa diajak kerja bareng dan kompak, sebab kesalahan sedikit saja bisa berakibat fatal&#8221; terangnya. (aan)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kmfpim.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kmfpim.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kmfpim.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kmfpim.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kmfpim.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kmfpim.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kmfpim.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kmfpim.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kmfpim.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kmfpim.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kmfpim.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kmfpim.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kmfpim.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kmfpim.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kmfpim.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kmfpim.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kmfpim.wordpress.com&amp;blog=880998&amp;post=3&amp;subd=kmfpim&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kmfpim.wordpress.com/2007/03/16/mengahdapi-ujian-term-ii-nu-games-ii-ditunda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f9dbaa9fbebd3291d9bee0d17e397b60?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">KMF Mesir</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
