Oleh Nur Ihsan Saleh
Kmf Mesir
Keterpurukan umat Islam di berbagai sudut kehidupan, menjadikan para pemikir kontemporer berpikir keras untuk mencari dan mengkaji solusi yang diaplikasikan. Dari alasan ini, tidak heran jika muncul seperti Saleh Siriyah dalam bukunya Risâlah al-Imân, Thariq al-Zumar dalam Falsafah al-Muwâjahah dan Iman Al-Dhawahir dalam Al-Umdah fî I’dâd al-‘Iddah sebagai figur-figur liberal yang identik dengan radikalisme.
Bila di telusuri lebih seksama, tokoh-tokoh radikal ini memfokuskan pada metodologi yang berkelindan dengan dunia politik. Mereka berpandangan bahwa misi, tujuan dan metodologi dalam dunia Islam politik merupakan unsur yang paling berpengaruh dalam dunia kemajuan, ini berbeda dengan gerakan yang yang di gaungkan oleh Islam klasik Ikhwan al-Muslimin yang paradok dengan misi tokoh radikal, mereka (baca: radicalism) ingin menyentuh lebih dalam dan mengkorelasikan antara rakyat madani dan pedesaan serta memfokuskan pada asas kerja sama di berbagai lapisan masyarakat dan elite politik.
Baca entri selengkapnya »